Industri smartphone belakangan ini terasa “itu-itu saja”. Hampir semua produsen berlomba membuat ponsel setipis mungkin, kameranya makin banyak, bodinya makin licin, tapi fungsinya relatif mirip. Nah, di tengah tren yang cenderung monoton itu, HONOR justru muncul membawa ide yang bikin banyak orang melongo: smartphone dengan kamera berlengan robot.
Pada ajang CES 2026 di Las Vegas, HONOR memperkenalkan konsep ponsel yang beda sendiri. Bukan sekadar pamer kamera resolusi besar atau AI fotografi, tapi benar-benar menggabungkan teknologi robotik, gimbal, dan kecerdasan buatan dalam satu perangkat genggam. Produk ini kemudian dikenal sebagai HONOR Robot Phone, dan sejak dipamerkan, langsung memicu perdebatan: ini ponsel masa depan atau sekadar gimmick mahal?
Yang jelas, konsep ini cukup berani untuk menantang dominasi perangkat stabilizer portabel seperti DJI Osmo Pocket.
Bukan Sekadar Nama, Ini Robot Beneran di Dalam Kamera
Nama “Robot Phone” bukan cuma tempelan marketing. Di balik bodinya, HONOR menyematkan sebuah mekanisme kamera 3-axis yang bisa keluar masuk dari modul belakang ponsel. Jadi, saat kamera robotik ini diaktifkan, sebuah panel pelindung akan bergeser, lalu lengan robot mini muncul perlahan.
Begitu keluar, kamera ini langsung terlihat seperti gimbal profesional versi mini. Bedanya, gimbal ini menyatu dengan ponsel dan bisa bergerak secara independen dari bodi utama. Artinya, meski tangan kamu goyang, badan ponsel miring, atau kamu bergerak cepat, kameranya tetap bisa menjaga frame agar stabil.
Secara fungsi, pengalaman yang ditawarkan mirip dengan DJI Osmo Pocket, tapi tanpa perlu membawa perangkat tambahan. Semua ada dalam satu smartphone.
Stabilizer Profesional yang Selalu Siap Dipakai
Keunggulan utama kamera robotik ini ada di stabilisasi mekanis 3-axis. Berbeda dengan OIS atau EIS biasa yang mengandalkan software, sistem ini bekerja secara fisik lewat motor kecil di dalam lengan robot.
Hasilnya?
- Video tetap halus saat berjalan
- Lebih stabil saat merekam sambil berlari
- Minim blur ketika cahaya rendah
- Gerakan kamera terasa sinematik tanpa alat tambahan
Menurut demo yang dipamerkan, kamera ini bisa mengikuti objek secara otomatis, baik manusia maupun benda bergerak. Jadi kalau kamu lagi video call sambil mondar-mandir, kamera bakal “ngejar” wajah kamu sendiri.
Di sinilah HONOR benar-benar ingin menantang pasar stabilizer portabel.
Kamera yang Bisa Mengikuti Pengguna Seperti Asisten Pribadi
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan auto tracking. Kamera robotik ini bisa:
- Mengunci wajah pengguna
- Mengikuti gerakan tubuh
- Menyesuaikan sudut dan ketinggian secara otomatis
Fitur ini bikin ponsel terasa seperti punya asisten kamera pribadi. Cocok banget buat:
- Content creator solo
- Live streaming
- Video call profesional
- Rekaman tutorial tanpa kameramen
Bahkan saat ponsel diletakkan di meja, kamera tetap bisa menyesuaikan posisi agar wajah pengguna selalu di tengah frame.
Bisa Jadi Kamera Utama dan Selfie Sekaligus
Menariknya, HONOR tidak mendesain kamera robot ini cuma sebagai kamera selfie. Lengan robotiknya bisa berputar hingga 360 derajat, sehingga satu kamera bisa berfungsi sebagai:
- Kamera depan kualitas tinggi
- Kamera belakang utama
- Webcam pintar
- Kamera vlog
Dengan sistem ini, kualitas selfie dan video call bisa setara kamera utama, bukan kamera depan biasa yang sering dikorbankan kualitasnya.
Buat kamu yang sering bikin konten, ini jelas jadi nilai plus besar.
Cocok Buat Night Photography dan Astrofotografi
Kemampuan stabilisasi mekanis juga membuka peluang besar untuk fotografi malam. Kamera robotik bisa berfungsi sebagai semacam “tripod hidup” yang menjaga kamera tetap stabil dalam waktu lama.
Dalam demo internal, kamera ini disebut mampu:
- Mengikuti pergerakan bintang
- Mengurangi noise akibat getaran tangan
- Memaksimalkan long exposure tanpa tripod tambahan
Fitur ini membuat HONOR Robot Phone punya potensi besar di dunia mobile photography tingkat lanjut.
Dua Kamera Tambahan yang Tersembunyi
Meski kamera robotik jadi pusat perhatian, ponsel ini tetap dibekali dua kamera statis tambahan di modul belakang. Meski belum dikonfirmasi resmi, banyak analis menduga kombinasi ini terdiri dari:
- Kamera ultra-wide
- Kamera telephoto
Keduanya digunakan untuk kebutuhan fotografi standar. Namun, ada satu kompromi desain yang cukup menarik.
Saat kamera robotik aktif, panel pelindung yang bergeser akan menutupi dua kamera tambahan tersebut. Artinya, pengguna harus memilih:
- Menggunakan kamera robotik dengan stabilisasi tinggi
- Atau memakai set kamera tradisional
Keduanya kemungkinan tidak bisa digunakan secara bersamaan.
Desain Tebal Demi Teknologi yang Lebih Fungsional
Berbeda dengan tren ponsel super tipis, HONOR justru rela membuat bodi yang lebih tebal. Alasannya jelas: ruang mekanik untuk menyimpan lengan robot, motor gimbal, dan struktur pendukungnya.
Hasilnya adalah smartphone dengan:
- Rangka besi kokoh
- Kesan industrial dan futuristik
- Bobot lebih berat dibanding ponsel biasa
Namun pendekatan ini terasa jujur. Alih-alih mengejar angka ketebalan semata, HONOR memilih fokus ke fungsi nyata.
AI Jadi Otak di Balik Gerakan Robot
Walau spesifikasi detail belum diumumkan, ponsel ini dipastikan mengandalkan AI tingkat lanjut untuk:
- Mengontrol pergerakan kamera
- Mengunci objek secara presisi
- Mengoptimalkan hasil foto dan video
- Mengatur konsumsi daya motor gimbal
Rumor menyebutkan HONOR akan menggunakan chipset kelas flagship dengan NPU canggih untuk memastikan semua proses berjalan mulus tanpa lag.
AI juga berperan penting dalam memprediksi gerakan pengguna, sehingga kamera bisa bergerak lebih natural, bukan kaku seperti robot konvensional.
Bukan Sekadar Ponsel, Tapi Alat Produksi Konten
Kalau dilihat dari konsepnya, HONOR Robot Phone seolah ingin menjembatani dua dunia:
- Smartphone harian
- Perangkat produksi konten profesional
Dengan satu perangkat, pengguna bisa:
- Merekam vlog stabil
- Live streaming tanpa tripod
- Video call berkualitas studio
- Ambil footage sinematik spontan
Ini menjadikan ponsel tersebut lebih dari sekadar alat komunikasi.
Masih Prototipe, Tapi Penuh Potensi
Unit yang dipamerkan di CES 2026 sebagian besar masih berupa prototipe. Beberapa bahkan belum sepenuhnya berfungsi dan hanya digunakan untuk menunjukkan konsep mekaniknya.
Detail penting seperti:
- Resolusi kamera
- Ukuran sensor
- Kapasitas baterai
- Harga resmi
Masih disimpan rapat oleh HONOR. Informasi lengkapnya dijadwalkan akan diumumkan di MWC 2026 Barcelona.
Tantangan Terbesar: Daya Tahan dan Harga
Meski terdengar revolusioner, konsep ini tetap punya tantangan besar:
- Ketahanan mekanik – Apakah lengan robot awet untuk penggunaan harian?
- Daya tahan baterai – Motor gimbal jelas makan daya.
- Harga jual – Teknologi robotik tidak murah.
- Ukuran dan bobot – Tidak semua pengguna suka ponsel berat.
Jika HONOR mampu menjawab tantangan ini, Robot Phone bisa membuka kategori baru di industri smartphone.
Apakah Ini Masa Depan Smartphone?
Konsep ponsel dengan kamera robotik mungkin terdengar ekstrem hari ini. Tapi dulu, kamera pop-up, layar lipat, dan sensor sidik jari di layar juga dianggap aneh.
Dengan pendekatan ini, HONOR seakan ingin mengingatkan bahwa inovasi tidak selalu soal desain tipis, tapi soal pengalaman baru yang benar-benar terasa manfaatnya.
Jika versi finalnya berhasil masuk pasar dengan performa solid dan harga masuk akal, bukan tidak mungkin ponsel ini akan mengubah cara kita merekam momen sehari-hari.
Kesimpulan
Di saat banyak brand bermain aman, HONOR memilih jalur berisiko dengan Robot Phone. Menggabungkan robotik, AI, dan kamera profesional ke dalam smartphone jelas bukan tugas mudah.
Namun justru di situlah daya tariknya. Ponsel ini bukan untuk semua orang, tapi untuk mereka yang ingin lebih dari sekadar kamera bagus.
Sekarang tinggal satu pertanyaan besar: apakah pasar siap menerima smartphone dengan lengan robot di dalamnya? Jawabannya akan terungkap pada 2026.
Baca artikel lainnya

