QRIS

Bayar Pakai QRIS di Luar Negeri? Ini 8 Negara yang Siap Pakai pada 2026!

Bayangin deh, sekarang orang Indonesia nggak perlu lagi ribet menukar uang tunai kalau mau jalan-jalan ke luar negeri. Semua bisa dilakukan cukup lewat ponsel, berkat sistem pembayaran digital bernama QRIS alias Quick Response Code Indonesian Standard. Bank Indonesia (BI) memang lagi serius banget mengembangkan sistem ini supaya nggak cuma dipakai di dalam negeri, tapi juga bisa digunakan di luar negeri. Bahkan mulai 2026, QRIS ditargetkan bisa dipakai di delapan negara, dari berbagai belahan dunia.

Jadi buat kamu yang suka traveling atau punya urusan bisnis lintas negara, ini kabar yang bakal bikin hidup lebih gampang. Tinggal scan QR code, transaksi selesai. Nggak perlu lagi pusing mikirin kurs mata uang asing atau bawa tumpukan uang tunai yang beratnya nggak karuan.

QRIS, Nggak Cuma di Asia Tenggara Lagi

Sebelumnya, QRIS memang lebih banyak dipakai di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Bahkan Jepang juga udah masuk dalam daftar sejak 2025. Tapi BI nggak mau berhenti sampai situ. Gubernur BI, Perry Warjiyo, bilang kalau ekspansi QRIS sekarang bakal lebih luas lagi, menyasar negara-negara besar di luar Asia Tenggara.

QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga Arab Saudi,” ujar Perry saat acara peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta.

Dengan langkah ini, QRIS nggak cuma fokus di Asia Tenggara, tapi sudah menjangkau Asia Timur, Asia Selatan, dan bahkan Timur Tengah. Bayangin aja, dari Tokyo sampai Mekkah, sekarang orang Indonesia bisa bayar cuma pakai scan QR code.

Perjalanan QRIS Lintas Negara

Sebenarnya, konsep QRIS lintas negara ini bukan hal baru. Thailand jadi negara pertama yang terkoneksi dengan sistem pembayaran digital Indonesia sejak 2022. Setahun kemudian, giliran Malaysia dan Singapura yang kebagian. Jepang baru nyusul di 2025, dan ini otomatis memperluas jangkauan QRIS ke Asia Timur.

Keberhasilan implementasi di beberapa negara itu jadi bukti kalau sistem pembayaran digital Indonesia bisa diterima di luar negeri. Makanya BI makin pede untuk melanjutkan ekspansi ke negara-negara dengan mobilitas tinggi masyarakat Indonesia.

China dan Korea Selatan, Siap Digunakan Awal 2026

Untuk dua negara berikutnya, yakni China dan Korea Selatan, BI menargetkan QRIS bisa dipakai awal 2026. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyebut kalau implementasinya di kedua negara ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun depan.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” jelas Filianingsih.

Artinya, mulai 2026 nanti, wisatawan Indonesia yang berangkat ke China dan Korea nggak perlu lagi repot menukar uang tunai. Cukup scan QR code, transaksi langsung kelar. Praktis banget kan?

India dan Arab Saudi, Masih Tahap Persiapan

Sementara itu, untuk India dan Arab Saudi, BI masih belum menetapkan tanggal pasti kapan QRIS bisa digunakan. Tapi persiapan teknisnya sudah jalan. PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) ditunjuk oleh BI sejak akhir 2025 untuk menyiapkan pengembangan QRIS ke kedua negara ini.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, bilang kalau penjajakan kerja sama sudah dilakukan, terutama untuk mempermudah masyarakat Indonesia yang mau berangkat ke Arab Saudi.

“Kalau nanti naik haji atau umrah, nggak perlu lagi bawa uang tunai. Tinggal tap-tap pakai QRIS,” ungkapnya.

Ini jelas langkah yang sangat relevan, mengingat tiap tahun jutaan jemaah haji dan umrah asal Indonesia berangkat ke tanah suci. Dengan QRIS, proses pembayaran bisa jadi lebih cepat dan aman.

Pertumbuhan QRIS di Dalam Negeri

Selain fokus ekspansi ke luar negeri, BI juga mencatat pertumbuhan QRIS di dalam negeri sangat positif. Sampai akhir 2025, pengguna QRIS sudah mencapai sekitar 60 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 45 juta merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Nggak cuma jumlah pengguna, nilai transaksi juga naik drastis. Sepanjang 2025, transaksi QRIS tumbuh hampir 140%, dari Rp659,9 triliun jadi Rp1.486,8 triliun. BI pun punya target ambisius untuk tahun-tahun berikutnya. Di 2026, mereka menargetkan nilai transaksi QRIS bisa tembus Rp3.110,6 triliun, dan naik lagi menjadi Rp5.674,3 triliun di 2027.

Ini jelas menunjukkan kalau sistem pembayaran digital Indonesia makin diminati, baik oleh masyarakat umum maupun pelaku usaha.

Kenapa QRIS Lintas Negara Itu Penting

Perluasan QRIS ke berbagai negara nggak cuma soal mempermudah transaksi wisatawan. Lebih dari itu, ini langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global.

Bayangin aja, transaksi ekonomi Indonesia nggak cuma berhenti di dalam negeri, tapi bisa langsung terkoneksi dengan dunia internasional. Hal ini juga bakal mempermudah pelaku UMKM untuk menjangkau pasar global. Misalnya, pedagang batik atau kuliner khas Indonesia bisa menerima pembayaran dari turis internasional tanpa harus repot menukar mata uang.

Selain itu, sistem pembayaran lintas negara bikin perjalanan bisnis dan wisata lebih nyaman. Orang nggak perlu lagi repot menghitung kurs, bawa uang tunai berlebih, atau mencari ATM di negara asing. Cukup scan QR code, transaksi kelar, dan semua tercatat secara digital.

Bagaimana QRIS Bisa Digunakan di Luar Negeri?

Sederhananya, konsep QRIS lintas negara sama kayak di Indonesia. Kamu tinggal buka aplikasi dompet digital yang mendukung QRIS, scan QR code merchant yang sudah bekerja sama dengan sistem ini, dan bayar deh. Tidak ada lagi proses konversi uang tunai atau biaya tambahan untuk menukar mata uang asing di konter.

Di negara-negara yang sudah bekerja sama, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, China, dan Korea Selatan, semua merchant yang menerima QRIS akan menampilkan QR code standar. Jadi pengguna cuma perlu memastikan aplikasinya sudah update, lalu transaksi aman dan cepat.

Untuk negara lain seperti India dan Arab Saudi, BI dan Jalin lagi menyiapkan integrasi teknis supaya sistem QRIS bisa berjalan mulus. Nantinya, jamaah haji atau wisatawan yang berkunjung bisa bayar hotel, makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya hanya dengan scan QR code.

Dampak Positif bagi UMKM

Pertumbuhan QRIS di Indonesia dan rencana ekspansi ke luar negeri juga membawa banyak keuntungan buat pelaku UMKM. Dengan sistem pembayaran digital ini:

  1. Transaksi lebih cepat – nggak perlu hitung kembalian, cukup scan QR code.
  2. Meningkatkan keamanan – uang tunai lebih sedikit, risiko hilang atau dicuri berkurang.
  3. Mudah diterima di luar negeri – nanti UMKM yang punya online shop bisa menerima pembayaran dari wisatawan atau konsumen global.
  4. Catatan transaksi rapi – semua pembayaran tercatat otomatis, mempermudah pengelolaan bisnis.

Dengan kata lain, UMKM bisa fokus mengembangkan usahanya tanpa harus pusing mikirin masalah pembayaran.

Target Ambisius Bank Indonesia

BI jelas nggak main-main soal QRIS. Target mereka nggak cuma di dalam negeri, tapi juga global. Dengan pertumbuhan transaksi yang fantastis tiap tahunnya, BI optimistis QRIS akan makin diminati masyarakat, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Selain memudahkan transaksi wisatawan, langkah ini juga memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Dengan integrasi lintas negara, Indonesia bisa lebih siap bersaing di level global.

Kesimpulan

Intinya, ekspansi QRIS ke delapan negara mulai 2026 menjadi tonggak penting bagi sistem pembayaran digital Indonesia. Dari Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, lalu China, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi, semua ini menunjukkan kalau Indonesia serius membawa sistem pembayaran digitalnya ke level internasional.

Buat masyarakat Indonesia, ini kabar baik banget. Bayangin aja, jalan-jalan ke China atau naik haji ke Arab Saudi, semua transaksi bisa selesai cukup dengan scan QR code. Praktis, cepat, dan aman.

Jadi, kalau kamu termasuk orang yang sering traveling atau punya bisnis yang menjangkau pasar internasional, mulai sekarang siap-siap deh pakai QRIS. Tinggal scan, bayar, beres!

Baca artikel lainnya

Paylater Bukan Masalahnya, Kelalaian Ini yang Bikin Akun Kamu Dibobol!